Fakta dan Mitos Tentang Coklat

fakta dan mitos coklat

Beberapa mitos buruk memang masih mengelilingi cokelat. Selain mereka yang sudah berumur dan memilki banyak pantangan, berikut ini kita coba meluruskan mitos tentang coklat.

Cokelat mengandung Antioksidan

Bubuk coklat dan coklat hitam kaya akan antioksidan polifenol. Polifenol ini juga terdapat di teh hijau, tapi di dalam coklat lebih banyak. Polifenol atau biasa disebut juga flavonoid ini dapat mengurangi resiko berkembangnya penyakit kardiovaskular. Jumlah polifenol ini sagat bergantung pada jenis kakao atau coklat dan proses pengolahannya. Faktanya lagi jumlah antioksidan itu lebih tinggi daripada buah dan sayur.

Cokelat tidak menyebabkan jerawat

Belum ada penelitian yang menyebabkan mitos kalau coklat menyebabkan jerawat. Jerawat yang jelas disebabkan oleh berbagai hal, misalnya peningkatan produksi hormon terutama pada remaja 13 – 15 tahun, pola makan yang kurang zinc dan banyak iodin serta saat orang mengalami stres.

Cokelat tidak menggemukkan

Kalori dari cokelat hanya memberikan sekitar 0,7 – 1,4 persen kalori dari rata – rata diet orang Amerika. Jadi cokelat tidak akan membuat kamu gendut. Cokelat yang beredar adalah cokelat tanpa kandungan padatan kakao tapi malah lebih banyak gula dan susu. Gula dan susu inilah sebagai salah satu penyumbang kalori terbesar bagi tubuh. Jadi bukan cokelatnya yang membuat gemuk tapi gula dan susunya. Celakanya lagi cokelat yang banyak beredar tersebut telah diganti lemak coklatnya oleh lemak atau minyak yang tidak sehat seperti minyak sawit.

Cokelat tidak menyebabkan karies gigi

Orang tua membatasi konsumsi coklat anaknya salah satunya karena takut giginya rusak. Cokelat disalahkan sebagai salah satu penyebab gigi rusak. Padahal gigi rusak bukan dosa cokelat. Seperti halnya kegemukan, kerusakan gigi disebabkan oleh gula. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan kalau coklat ternyata justru dapat meredam kemungkinan terjadinya kerusakan gigi. Coklat hitam atau dark chocolate mengandung tiga zat yang menghambat terbentuknya karies atau pembusukan pada gigi. Tanin yang mengandung polyhydroxyphenol dalam coklat dapat mencegah berkembangya mikroba di mulut. Coklat juga mengandung flour yang baik untuk gigi serta fosfat yang menetralkan keasaman yang ditimbulkan gula.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *