Coklat atau Cokelat??

Coklat atau cokelat

Coklat atau cokelat yang penulisannya benar menurut KBBI yang mana ya? Menurut KBBI cokelat1/co·ke·lat/ n 1 pohon yang termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5—6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pada batang yang besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15—20 cm, mengandung biji seperti kacang-kacangan antara 50—100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lainnya; Theobroma cacao; 2 bubuk tepung dari biji cokelat; 3 gula-gula yang dibuat dari bubuk cokelat. Sedangkan untuk kata coklat tidak ditemukan dalam KBBI. Nah, orang umumya menulis cokelat dengan coklat. Ini dapat dilihat pada kata kunci yang populer di Google lebih banyak yang search coklat daripada cokelat. Kali ini admin akan membahas tentang semua hal yang terkait dengan coklat.

Kakao 

Buah kakao sedang dipetik

 

Jadi cokelat bisa merujuk pada pohon, bubuk, dan makanan atau gula – gula yang dibuat dari bubuk cokelat. Tanaman cokelat atau kakao merupakan tanaman asli daerah hutan Amazon sampai daerah Amerika Tengah. Kakao atau Theobroma Cacao merupakan tumbuhan perennial atau tumbuhan yang bisa hidup lebih dari dua tahun dengan bentuk berupa pohon dan di alam bisa tumbuh hingga tinggi 10 m. Dalam budidaya kakao dimodifikasi sehingga tumbuh dengan tinggi tidak lebih dari 5 m dengan tajuk menyamping yang luas. Pohon kakao merupakan salah satu hasil hutan non – kayu karena budidaya kakao dapat dilakukan di dalam hutan.

Klasifikasi ilmiah
Kingdom:Plantae
(tidak termasuk):Angiospermae
(tidak termasuk):Eudikotil
(tidak termasuk):Rosids
Ordo:Malvales
Famili:Malvaceae
(Anakfam. Sterculioideae)
Genus:Theobroma
Spesies:T. cacao

 

 

Penyerbukan bunga kakao dilakukan oleh serangga. Bunga siap diserbuki dalam waktu beberapa hari. Tapi beberapa varietas kakao mampu melakukan penyerbukan sendiri. Kakao jenis inilah yang menghasilkan buah dan biji coklat dengan kualitas terbaik dengan harga yang tentunya juga lebih tinggi. Bagian paling banyak dimanfaatkan dari kakao adalah biji kakao. Biji kakao ini terdapat di dalam buah kakao yang dilapisi oleh cairan atau istilah pertaniannya pulp. Pulp ini mengandung gula dan sangat bermanfaat untuk proses fermentasi biji kakao. Setiap buah kakao mengandung biji 30 – 50. Buah kakao ini memiliki kulit yang tebal sekitar 3 cm. Untuk memperoleh biji kakao kulit ini dihancurkan dengan kayu atau ditumbukkan antar buah kakao, sangat dihindari untuk membuka kulit buah dengan alat yang tebuat dari logam.

Syarat Tumbuh Kakao

Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia untuk ekspor. Indonesia merupakan negara penghasil biji kakao kering terbesar ketiga di dunia di bawah Pantai Gading dan Ghana. Dalam beberapa tahun ke depan, apabila produksi kakao dapat diperbaiki Indonesia dapat menjadi penghasil kakao kedua di dunia karena jarak antara Indonesia dan Ghana tidak terlalu jauh. Kenapa Indonesia menjadi salah satu negara penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia? Salah satunya yaitu kodisi Geografis Indonesia memenuhi berbagai syarat untuk tumbuhnya tanaman kakao. Apa saja syarat itu? Yuk simak selengkapnya.

Ketinggian ideal .

Ketinggian ideal untuk penanaman kakao dibawah 800 meter di atas permukaan laut. Jadi kakao cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai sebagian dataran tinggi.

Curah hujan yang sesuai

Distribusi curah hujan sepanjang tahun sangat mempengaruhi pembentukan tunas muda dan masa produksi dari tanaman kakao. Daerah yang ideal untuk penanaman kakao harus memiliki curah hujan antara 1.100 – 3.000 mm per tahun. Curah hujan yang melebihi 4.500 mm per tahun menyebabkan penyakit busuk buah pada kakao. Daerah dengan curah hujan kurang dari 1.200 mm masih bisa ditanami kakao tapi dengan syarat harus ada irigasi atau pengairan. Hal ini disebabkan air yang hilang untuk proses pernapasan lebih tinggi dibandingkan air yang diterima tanaman dari curah hujan. Curah hujan di daerah tropis dan ekuator sangat mendukung untuk tanaman kakao sehingga kakao dapat dipanen dengan hasil yang tetap sepanjang tahun.

Temperatur ideal

Temperatur atau suhu sangat berpengaruh terhadap pembentukan flush , pembungaan, dan kerusakan daun. Hasil penelitian menunjukkan suhu yang ideal untuk tanaman kakao dapat tumbuh dan berproduksi adalah maksimal 30 – 30 C dan minimal pada suhu 18 -21 C. Kakao juga dapat tumbuh pada suhu minimal 15 C per bulan bukan rata – rata per tahun. Untuk distribusi tahunan suhu 16,6 C masih memungkinkan asalkan tidak ada musim hujan yang panjang.

Kebutuhan sinar matahari

Lingkungan hidup alami dan asli dari tanaman kakao adalah hutan hujan tropis dengan pencahayaan yang cukup. Cahaya matahari yang terlalu banyak mengakibatkan lilit batang kecil, daun sempit, dan batang relatif pendek. Pemanfaatan cahaya matahari semaksimal mungkin dimaksudkan untuk intersepsi cahaya dan pencapaian indeks luas daun optimum. Kakao dapat berfotosintesis pada suhu daun rendah.

Kebutuhan air dan zat hara

Air dan hara merupakan faktor penentu apabila tanaman kakao ditanam tanpa tanaman pelindung. Air dan hara ini sebagai pendukung transpirasi dan fotosintesis tanaman kakao di bawah sinar matahari secara penuh.

Naungan

Pembibitan kakao mutlak membutuhkan tanaman naungan karena bibit kakao akan tumbuh melambat apabila terkena sinar matahari penuh. Saat ini penanaman kakao tanpa naungan sedang diteliti untuk kemudian digiatkan karena berkaitan dengan biaya penanaman dan pemeliharaan.

Jenis tanah yang cocok

Faktor kimia dan fisik tanah sangat menentukan pertumbuhan dan produktivitas kakao. Kemasaman tanah, kadar zat anorganik, unsur hara, kapasitas adsorbsi, dan kejenuhan basa merupakan faktor kimia yang harus diperhatikan. Sementara faktor fisiknya adalah kedalaman efektif, tinggi permukaan air tanah, drainase, struktur, dan konsentrasi tanah. Selain itu kemiringan lahan juga mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kakao.

Jenis Kakao

Di alam terdapat tiga jenis utama tanaman kakao yaitu criollo yang dikenal sebagai cokelat mulia serta forastero yang dikenal sebagai cokelat biasa. Jenis kakao ketiga merupakan hybrida alami dari kedua jenis di atas yang disebut dengan trinitario. Criollo dikenal sebagai cokelat mulia atau fine flavor chocolate. Biasa disebut debagai edel cocoa juga. Merupakan jenis kakao mutu terbaik dan hanya terdapat lebih kurang 7% yang tersebar di Indonesia, Ekuador, Venezuela, Trinidad, Grenada, Jamaika, Samoa dan Sri Lanka. Kakao jenis ini memiliki ciri – ciri biji buahnya berbentuk bulat telur dan berukuran besar. Selain itu warna buah muda umunya merah dan bila sudah masak menjadi orange. Perusahaan Perancis Valrhona merupakan salah satu perusahaan yang fokus mengolah biji cokelat varietas criollo.

Forastero merupakan jenis kakao yang umum ditemukan. Kakao jenis ini berjumlah 93% dari seluruh jenis kakao yang tersebar di dunia. Forastero merupakan kakao kualitas biasa atau bulk cocoa. Mungkin cokelat yang kita makan selama ini berasal dari jenis forastero. Jenis terakhir yaitu trinitario. Jenis ini sangat bervariasi dalam mutu karena dihasilkan dari hybrida alami secara acak dua jenis sebelumnya. Sangat bermacam – macam ciri – cirinya, ada yang bermutu bagus dan ada juga yang mutu biasa.

jenis kakao criollo forastero trinitario

Sejarah Coklat

Dalam buku The True History of Chocolate, Sophie dan Michael Coe berpendapat bahwa pohon kakao telah dibudidayakan satu abad lebih lama dari dugaan awal. Awalnya para ahli menduga bahwa bangsa Maya (250 -900 M) atau bangsa Aztec (abad ke-14), yang menemukan manfaat obat dari cokelat. Sekarang mereka cenderung menyatakan bahwa penemu cokelat adalah bangsa Olmec ( 1500 SM – 400 SM) . Mereka mengembangkan teknologi proses produksi makanan yang memberi mereka waktu untuk menikmati gaya hidup yang lebih nyaman. Bangsa Olmec mendirikan lokasi penanaman kakao yang luas di Chiapas Guatemala. Hingga pada 250 – 900 M bangsa Maya Kuno menjadikan coklat sebagai mata uang selain disajikan untuk minuman pada kalangan bangsawan. Ketika peradaban Maya Kuno runtuh (sekitar tahun 900M) dan digantikan bangsa Toltec, biji kakao menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa kerajaan Aztec berkuasa (samai sekitar tahun 1500 M) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kakao. Orang Aztec mengolah biji kakao dan mencampurnya dengan air dan tepung jagung untuk membuat minuman pahit yang mereka sebut chocolatl.

Cokelat mulai dikenal di daratan Eropa pada masa imperialisme awal (Tahun 1500-an), walaupun ketika Christopher Columbus membawa biji cokelat ke Eropa untuk pertama kali pada tahun 1502, mereka tidak tahu sama sekali kegunaan cokelat dan cokelat menjadi komoditi yang diabaikan. Pada tahun 1519 Hernan Cortez, seorang Henderal dari Spanyol menaklukkan bangsa Aztec. Cortez mencicipi minuman coklat untuk pertama kalinya. Pada tahun 1570 cokelat pertama kali digunakan sebagai obat berdasarkan teori kesehatan yag disebarkan oleh bangsa Yunani. Pada tahun 1585 untuk pertama kalinya pengiriman muatan biji cokelat oleh bangsa Spanyol dari Veracruz Meksiko ke pelabuhan Seville. Pada abad ke- 16 orang Eropa mengubah resep asli cokelat dengan menambahkan gula dan vanilla serta kayu manis dan lada hitam. Cokelatpun menjadi tersebar dengan cepat ke negara Eropa seperti Italia, Inggris, dan Perancis. Pada abad ke – 17 lewat proses yang demokratis harga coklat jadi lebih murah dan terjangkau oleh kelas pedagang. Pada 1753 diterapkan sistem binomial untuk klasifikasi makhluk hidup oleh Carolus Linnaeus dan cokelat atau kakao diberi nama botani Theobroma Cacao. 

Setelah terjadi revolusi industri pada tahun 1765, pengolahan cokelat semakin berkembang. Coklat Swiss pertama dibuat pada tahun 1819. Conrad Van Houten pada tahun 1828 menemukan pengolahan cokelat alkali atau disebut dengan Deutsche Cocoa. Van Houten juga menemukan proses pemisahan lemak cokelat dengan sistem tekanan hidrolik. Kedua penemuan ini menjadi penemuan yang besar di industri cokelat dan keduanya masih dipakai sampai sekarang. Tahun 1847 perusahaan Inggris memperkenalkan produk cokelat pertama yang dibuat dengan mencampur lemak cokelat yang dilelehkan dengan gula dan bubuk cokelat. Perusahaan ini didirikan oleh John Cadbury dibantu oleh saudaranya Benjamin Cadbury. Tahun 1860-an, Daniel Peter mencoba membuat cokelat susu, tapi berulang kali gagal karena tidak bisa memperoleh campuran yang halus. Hingga muncul susu kental manis pada tahun 1867 oleh Henri Nestle. Susu kental manis inilah yang akhirnya melegkapi formula cokelat susu Daniel Peter. Peter dan Nestle bergabung membentuk perusahaan. Tahun 1879, Rudolphe Lindt menemukan mesin conching yang membuat campuran cokelat menjadi lebih lembut. Setelah itu berturut – turut lahir perusahaan cokelat yang akhirnya menjadi perusahaan cokelat besar seperti Hershey (1893), Toblerone (1908), M & M (1911). Pada Perang Dunia II atas saran dari Milton Hershey cokelat dijadikan makanan untuk tentara Amerika. Sejarah tentang minuman coklat dan penyajiannya dapat dilihat pada halaman ini.

Kandungan Cokelat

Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Cokelat juga mengandung antioksidan. Antioksidan utama dari cokelat adalah flavonoid. Antioksidan dalam coklat bubuk murni ternyata lebih tinggi dari teh, anggur, dan teh hijau. Antioksidan inilah yang sangat bermanfaat untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh yang sumbernya bisa berasal dari makanan tidak sehat, asap, polusi, dan stres.

Pengolahan Cokelat

Pegolahan buah kakao untuk menjadi sebatang cokelat atau secangkir hot chocolate harus melewati proses yang panjang. Buah kakao terlebih dahulu dikeluarkan bijinya. Biji ini kemudian difermentasi dan dikeringkan agar didapatkan biji cokelat yang berkualitas dan siap diolah. Setelah dibersihkan kulit bijinya, biji kakao disangrai dan digiling untuk mendapatkan cocoa liquor. Cocoa liquor ini kemudia dipisahkan antara lemak cokelat dan bubuk cokelat dengan alat tekan hidrolik. Lemak coklat, bubuk coklat dan pasta coklat inilah yang menjadi bahan – bahan utam pembuatan berbagai macam produk olahan cokelat seperti cokelat batang, selai cokelat, minuman coklat, cookies, brownies, choco chips, dan hot chocolate. Proses pengolahan cokelat secara lengkap dapat dilihat pada halaman ini.

 

2 thoughts on “Coklat atau Cokelat??

  1. Pingback: Couverture , Coklat yang Sebenarnya - Chocofaza

  2. Pingback: Sejarah Cokelat di Indonesia - Chocofaza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *