Berbagai Macam Olahan Coklat yang Menggiurkan

Orang mengenal cokelat sebagai makanan manis. Rasa cokelat yang sebenarnya adalah pahit yang sering dilupakan oleh banyak orang. Rasa pahit yang melekat pada cokelat berkaitan dengan komponen kimia yang menyusunnya yaitu flavonoid. Flavonoid memainkan peranan penting sebagai pigmen pewarna alami, senyawa pemberi cita rasa, dan pelindung dari kerusakan akibat oksidasi. Mengenai oksidasi ini akan kami bahas dalam artikel yang lain. Flavonoid ini juga dapat mencegah lemak cokelat mengalami ketengikan sehingga mengurangi kebutuhan akan penambahan bahan pengawet dari luar. Seperti wine dan kopi, cokelat juga bersifat kompleks (layaknya perempuan juga.hehe…). Cita rasa cokelat sangat dipengaruhi oleh kualitas biji kakao yang berarti sangat dipengaruhi juga oleh jenis dari tanaman cokelatnya, proses fermentasi yang sering dilewatkan oleh petani di Indonesia, lama waktu penyangraian, dan jumlah tahapan lain dalam proses produksi. Semakin pahit rasa cokelat makin baik kualitasnya menurut para ahli cokelat dunia. Cokelat yang baik adalah cokelat yang tidak terlalu banyak menggunakan bahan tambahan lain seperti gula atau susu. Bubuk kakao alami bahkan dalam bentuk cokelat seduh instan (hot chocolate) memiliki kandungan antioksidan paling tinggi, diikuti dark chocolate dalam bentuk batang, dan kemudian milk chocolate.  Cokelat murni mengandung sedikitnya 70% padatana kakao (cocoa mass). Saat ini beragam bentuk sajian dan olahan cokelat pun itawarkan dari mulai cokelat batang, cokelat praline, coklat bubuk instan, selai, dan permen. Semakin majunya teknologi membuat cokelat diolah jadi berbagai macam produk atau sebagai bahan dasar pembuatan produk – produk seperti kue tart, brownies, es krim, dan lain – lain. Berikut penjelasan beberapa bentuk produk olahan coklat dari mulai produk setengah jadi maupun produk jadi.

1. Cokelat Bubuk ( Cacao Powder)

Bagaimana bubuk cocoa dibuat? Biji kakao yang sudah kering dibersihkan dan disangrai. Kemudian cangkang kulitnya dibuang dan hanya menyisakan dagingnya. Setelah itu daging ini digiling untuk mendapatkan pasta coklat atau masa coklat yang merupakan campuran padatan kakao dalam lemak cokelat (cocoa butter). Pasta coklat ini kemudian dipisahkan antara lemak cokelat dengan padatan. Padatan inilah yang kemudian diolah dan dihaluskan menjadi coklat bubuk.

Terdapat dua macam bubuk cokelat yaitu cokelat bubuk natural dan cokelat bubuk Dutch. Cokelat bubuk natural memiliki rasa yang lebih asam, sedangkan cokelat bubuk Dutch lebih pahit karena pHnya dinaikkan dengan proses alkalisasi. Cokelat bubuk Dutch berwarna lebih gelap dan lebih lembut. Cokelat tipe ini lebih disukai untuk pembuatan minuman cokelat (hot chocolate). 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *